Bahan Dasar Oncom dan Karakteristik Unik Hasil Fermentasinya
Oncom merupakan salah satu warisan kuliner tradisional masyarakat Sunda yang memiliki nilai sejarah dan keunikan cita rasa tersendiri. Sebagai produk pangan hasil fermentasi, bahan dasar oncom sering kali dianggap sebagai pemanfaatan limbah industri yang cerdas. Meskipun berasal dari sisa pengolahan bahan lain, oncom tetap menawarkan profil nutrisi yang tidak bisa dipandang sebelah mata, terutama sebagai sumber protein nabati yang terjangkau bagi masyarakat luas.
Dalam dunia gastronomi, oncom menempati posisi yang istimewa karena kemampuannya bertransformasi menjadi berbagai hidangan lezat, mulai dari sambal oncom, pepes, hingga gorengan renyah. Namun, untuk memahami mengapa oncom memiliki aroma dan tekstur yang khas, kita perlu menelusuri lebih dalam mengenai apa saja yang menjadi komponen penyusun utamanya. Penggunaan mikroorganisme tertentu dalam proses produksinya memberikan karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan kerabat dekatnya, yaitu tempe.
Mengenal Variasi Bahan Dasar Oncom Secara Mendalam
Secara umum, masyarakat mengenal dua jenis oncom utama yang beredar di pasaran, yaitu oncom merah dan oncom hitam. Perbedaan warna yang mencolok ini bukan sekadar estetika, melainkan representasi langsung dari perbedaan bahan dasar oncom serta jenis kapang (jamur) yang digunakan dalam proses fermentasi. Pemilihan bahan baku ini sangat menentukan tekstur akhir dan kegunaan oncom dalam masakan tertentu.
1. Bungkil Kacang Tanah
Bungkil kacang tanah adalah sisa dari proses ekstraksi minyak kacang tanah. Setelah minyaknya diambil, ampas yang tersisa ditekan hingga berbentuk lempengan padat. Bungkil inilah yang menjadi komponen utama untuk pembuatan oncom merah. Kandungan protein yang masih tersisa dalam bungkil kacang tanah menjadi media tumbuh yang sangat baik bagi kapang Neurospora sitophila, yang memberikan warna jingga atau merah muda yang dominan pada permukaan oncom.

2. Ampas Tahu dan Ampas Singkong
Berbeda dengan oncom merah, oncom hitam biasanya menggunakan campuran ampas tahu sebagai bahan utamanya. Ampas tahu adalah sisa dari proses pembuatan tahu yang masih kaya akan serat dan sedikit protein. Terkadang, pengrajin oncom juga menambahkan ampas singkong (onggok) untuk memberikan kepadatan tekstur tertentu. Penggunaan bahan dasar oncom berupa ampas tahu ini menghasilkan tekstur yang lebih lunak dan lembut dibandingkan oncom yang berbasis bungkil kacang.
"Proses fermentasi pada oncom tidak hanya mengubah tekstur bahan mentah, tetapi juga meningkatkan daya cerna protein karena aktivitas enzim proteolitik yang dihasilkan oleh kapang selama masa inkubasi."
Perbandingan Karakteristik Oncom Merah dan Oncom Hitam
Untuk memudahkan Anda memahami perbedaan antara kedua jenis oncom ini, berikut adalah tabel perbandingan berdasarkan bahan baku dan mikroorganisme yang berperan di dalamnya:
| Fitur Perbandingan | Oncom Merah | Oncom Hitam |
|---|---|---|
| Bahan Dasar Utama | Bungkil Kacang Tanah | Ampas Tahu / Ampas Singkong |
| Jenis Kapang | Neurospora sitophila | Rhizopus oligosporus |
| Warna Spora | Jingga hingga Merah Muda | Hitam atau Abu-abu Gelap |
| Tekstur | Lebih padat dan kasar | Lebih lunak dan halus |
| Aroma | Tajam dan khas fermentasi | Mirip dengan tempe namun lebih kuat |
Proses Biokimia di Balik Lezatnya Oncom
Setelah memahami bahan dasar oncom, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana bahan-bahan tersebut bertransformasi. Proses pembuatan oncom diawali dengan perendaman bahan baku untuk memastikan kadar air yang cukup bagi pertumbuhan kapang. Setelah itu, bahan dikukus untuk mematikan mikroba liar yang tidak diinginkan serta melunakkan struktur seluler bahan agar mudah ditembus oleh hifa jamur.
Inokulasi atau penaburan ragi dilakukan setelah bahan mencapai suhu ruang. Selama masa inkubasi yang berlangsung sekitar 24 hingga 48 jam, kapang akan mengeluarkan enzim yang memecah karbohidrat menjadi gula sederhana, serta memecah protein menjadi asam amino. Proses inilah yang menciptakan rasa gurih alami atau sering disebut sebagai efek umami pada oncom. Tanpa adanya bahan dasar oncom yang berkualitas, kapang tidak akan bisa tumbuh dengan optimal, sehingga produk akhirnya mungkin akan terasa pahit atau berbau tidak sedap.

Standar Keamanan dan Kualitas Bahan Baku
Mengingat oncom berasal dari produk sampingan atau limbah industri, isu keamanan pangan sering kali menjadi sorotan. Standar pemilihan bahan dasar oncom harus sangat ketat untuk menghindari kontaminasi racun alami seperti aflatoksin, terutama pada bungkil kacang tanah. Pengrajin oncom yang berpengalaman biasanya akan memastikan bungkil yang digunakan dalam kondisi kering sempurna dan tidak berjamur sebelum diolah.
- Kebersihan Bahan: Ampas tahu harus segera diolah agar tidak mengalami pembusukan oleh bakteri anaerob.
- Kualitas Air: Air yang digunakan untuk merendam harus bersih dan bebas dari logam berat.
- Sirkulasi Udara: Tempat inkubasi harus memiliki sirkulasi yang baik untuk mencegah kelembapan berlebih yang bisa mengundang bakteri patogen.
Pengawasan mandiri oleh para produsen oncom tradisional sangat krusial untuk memastikan bahwa oncom yang sampai ke tangan konsumen adalah produk yang sehat dan bergizi tinggi. Penggunaan kain penutup yang bersih dan rak kayu yang higienis merupakan contoh praktik baik dalam produksi oncom di tingkat UMKM.

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Bagi Kesehatan
Banyak orang tidak menyadari bahwa di balik harganya yang ekonomis, oncom menyimpan potensi kesehatan yang besar. Karena telah melewati proses fermentasi, zat-zat antinutrisi seperti asam fitat pada kacang tanah telah terdegradasi. Hal ini membuat mineral-mineral penting seperti kalsium dan zat besi lebih mudah diserap oleh tubuh manusia.
Selain itu, oncom kaya akan serat pangan yang berasal dari bahan dasar oncom seperti ampas tahu dan ampas singkong. Serat ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan dan membantu mengontrol kadar kolesterol dalam darah. Protein nabati yang sudah terpecah menjadi peptida sederhana juga membuat oncom sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang sedang dalam masa pemulihan atau membutuhkan asupan energi instan tanpa membebani kerja lambung secara berlebihan.
Menjaga Eksistensi Oncom di Dapur Modern
Melihat perkembangan industri makanan saat ini, oncom mulai dilirik oleh para koki profesional sebagai bahan eksperimental yang menarik. Aroma nutty dan earthy dari oncom menjadikannya kandidat yang kuat untuk diolah menjadi saus pasta, campuran burger nabati (plant-based patty), hingga bumbu tabur eksotis. Inovasi-inovasi semacam ini sangat bergantung pada pemahaman kita terhadap karakteristik dasar dari bahan tersebut.
Vonis akhirnya, meskipun dipandang sebagai makanan kelas bawah di masa lalu, oncom kini telah membuktikan diri sebagai produk bioteknologi tradisional yang canggih. Keberhasilan pengolahan bahan dasar oncom menjadi sumber pangan bernutrisi adalah bukti kearifan lokal yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Dengan memastikan standar kualitas dan keamanan pangan yang lebih baik, oncom berpotensi besar untuk menjadi salah satu superfood asli Indonesia yang dikenal luas secara global di masa depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow